Travelling Pertama ke Singapore (Part II)

Bruakkk.

Baut-baut tetiba meluncur manis ke berbagai arah setelah saya menarik pegangan koper dengan penuh semangat. Oops. Ooooopppsss!!!

***

Koper menyedihkan itu lepas kendali. Mungkin dia muak akan bau kabin dan bagasi taksi? 
Orang-orang di sekitar lobby menoleh ingin tahu. Syukurnya enggak lama sampai nyamperin dan bawa-bawa kamera. Syukurnya lagi jika memang betul ada oppa-oppa yang bertanya: gwenchanayo? *sak karepmu wes!*

Saya tiba di kamar diantar oleh seorang room boy yang sudah membantu merusakkan kembali case lock sejak insiden koper terkunci di bandara. Begitu melempar koper lucknut itu, saya bersiap untuk petualangan hari ini: berkeliling singkat ala bule seharian! Lagi-lagi, saya pilih taksi untuk keamanan berkendara akibat tidak mempersiapkan diri untuk belajar rute MRT maupun bus. Moso udah dateng sehari, nyasarnya berjam-jam. Kan nggak lucu Continue reading

Advertisements

Travelling Pertama ke Singapore (Part I)

Senin seharusnya menjadi hari paling modar di jagat per-karyawan-an. Ditambah mendung, lengkap sudah penderitaan pemeluk guling. Syukurnya tidak ditambah hujan gerimis mengundang, tentu akan lebih meningkatkan kadar kemalasan setiap pekerja akan bangun subuh dan berpisah dari selimut kesayangan untuk siap-siap berangkat lebih awal.

Continue reading

Arti dari Nama Blog “The Journal Story”

Sejak tahun 2012 mengudara di jagat maya untuk liputan Grebeg Aksara, The Journal Story — begitu saya menamai pojok sambilan ini, belum pernah sekalipun ada yang menanyakan kenapa blog ini diberi nama demikian. Memang nggak penting sih untuk ditanyakan. Nah, hingga akhirnya lima tahun berselang, akhirnya pertanyaan yang saya nggak bisa jawab ini muncul seperti nemu jarum di tumpukan jerami saat perlu banget buat nambalin baju bolong tetangga! *perumapamaan yang nggak penting 

Continue reading

Do I Really Need an Engagement Photo?

Musim nikah, musim banyak undangan, musim foto-foto pre-wedding bikin envy bertebaran di linimasa media sosial manapun.

Umur sudah akan seperempat abad dan perbincangan ‘menikah’ sudah fasih dilafalkan keluarga, meski tidak sering: mulai dari tahun menikah, panduan memilih ala ayuning dewasa, budgeting, upacara adat dan resepsi, and the list goes on (1). Percakapan ini juga sering dibahas sama Mr. Calon tentang perlu nggak pakai foto pre-wedding, nanti menghubungi teman yang mana buat jasa video, dekorasi, catering, undangan, and the list still goes on (2) —ada yang mau sponsori? 

Continue reading